Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Dirjen PAUDNI Disambut Angngarru di BPPNFI Regional V

Dirjen PAUDNI Disambut Angngarru di BPPNFI Regional V
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Lydia Freyani Hawadi, Psi, disambut secara adat Angngarru saat mengunjungi Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Regional V Makassar, Rabu (7/3).

08 Maret 2012 00:00:00

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Lydia Freyani Hawadi, Psi, disambut secara adat Angngarru saat mengunjungi Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Regional V Makassar, Rabu (7/3). Itu adalah tanda janji setia seorang rakyat kepada pemimpin dalam adat Makassar.

Di depan tangga Aksara Anging Mammiri, Dirjen PAUDNI dikalungi bunga oleh pegawai BPPNFI Regional V Makassar. Di depannya, seorang bocah berbusana adat duduk di atas sehelai kain putih menghadang Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia itu. Sambil menghunus keris khas Makassar, anak itu menyatakan sumpah kesetiaan atas kedatangan Lydia di Makassar

Memasuki ruang pertemuan, Tari Pangadakkang ditampilkan oleh anak didik Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Gowa. Kesenian ini dipersembahkan untuk menghormati tamu besar secara adat Makassar. Selain menampilkan kepiawaian menari, pada tarian ini ditampilkan pula keterampilan memainkan bola raga (bola yang terbuat dari rotan).

Lydia mengapresiasi kemeriahan penyambutan oleh keluarga besar BPPNFI Regional V Makassar. “Saya tidak menyangka bakal mendapat sambutan meriah seperti ini. Terima kasih semuanya,” katanya saat memberi arahan dalam tatap muka dengan keluarga besar BPPNFI Regional V Makassar.

Lydia juga menyatakan mengenai pentingnya peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini (PAUD). “Kompetensi guru PAUD masih menjadi masalah karena guru pendamping masih banyak lulusan SMA,” ujarnya.

Selain itu, terkait peningkatan jumlah ibu yang bekerja, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini meminta BPPNFI untuk mengembangkan kantong-kantong tempat penitipan anak dari usia tiga tahun.”Jangan sampai anak-anak kita tidak mendapatkan pendidikan dengan baik,” kata Lydia.

Usai melakukan tatap muka, Lydia meninjau sejumlah stan lembaga kursus dan pelatihan yang memajang sejumlah produk kerajinan tangan buatan kelompok mereka pada kegiatan itu. Termasuk mengunjungi sejumlah fasilitas yang dimiliki BPPNFI Regional V Makassar.

Fasilitas BPPNFI Regional V yang dikunjungi antara lain, Radio PLS, Rumah Produksi, Pelatihan Pembuatan Hantaran pengantin dan kelompok bermain dan taman kanak-kanak yang berada dalam lingkungan BPPNFI Regional V Makassar. (Rusdy/BPPNFI Regional V)

Semua Berita