Ditjen PAUD-DIKMAS

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini
dan Pendidikan Masyarakat

Pegawai, Tingkatkan Kualitas Dirimu

Pegawai, Tingkatkan Kualitas Dirimu
Menghadapi empat momentum besar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) dituntut meningkatkan pelayanan prima.

06 Februari 2012 00:00:00

Menghadapi empat momentum besar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Ditjen PAUDNI) dituntut meningkatkan pelayanan prima. Oleh karena itu setiap pegawai Ditjen PAUDNI harus mampu meningkatkan kualitas dirinya tahun ini.

“Tahun ini harus lebih baik daripada tahun lalu,” ujar Sekretaris Ditjen PAUDNI Gutama di Jakarta, Jumat (27/1).

Ini terkait dengan empat momentum yang tengah dihadapi Ditjen PAUDNI saat ini. Momentum tersebut adalah bersatunya seluruh program pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal dan informal (PNFI) dalam unit yang sama, PAUD dinyatakan sebagai pondasi pendidikan, pencanangan berantas korupsi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), dan revitalisasi pendidikan karakter.

Dengan momentum ini, sosialisasi mengenai program Ditjen PAUDNI harus semakin gencar dilakukan. Tentunya dengan pelayanan prima agar tujuan sosialisasi tercapai.

Dengan sosialisasi yang baik, program PAUD dapat berjalan dengan baik sehingga dapat berperan besar dalam pembentukan karakter anak Indonesia. “Pendidikan itu terkait dengan perilaku. Orang yang berkarakter baik adalah orang yang terdidik, jujur, santun, menghormati sesama, mempunyai komitmen dan kreatif,” tutur Gutama.

Selain itu, sosialisasi yang baik juga akan membuat program PNFI semakin dikenal oleh masyarakat. “Saat ini banyak masyarakat yang menganggap direktorat jenderal ini hanya melaksanakan program PAUD saja, padahal unit ini juga melaksanakan PNFI,” kata Gutama.

Mengenai pencanangan berantas korupsi, hal ini ditekankan Gutama juga bagian dari pelayanan prima. Untuk menciptakan kondisi tersebut Gutama menyatakan pengelolaan uang negara harus transparan, tepat sasaran dan mempunyai dampak sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Mulai dari diri sendiri

Gutama menyatakan perbaikan kualitas pegawai harus dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari hal-hal yang kecil seperti disiplin secara waktu. Pendidikan karakter juga jangan hanya digembar-gemborkan sebagai program pendidikan, namun harus menyentuh pegawai negeri sipil. Seorang PNS yang berkarakter akan berpengetahuan, memiliki daya nalar yang tinggi, cerdas, religius, beradab, anti kekerasan, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk bekerja.

Terakhir, Gutama mengingatkan untuk selalu menyadari bahwa bekerja adalah ibadah. “Dengan berniat bekerja sebagai ibadah pegawai akan bekerja lebih sungguh–sungguh, ikhlas, dan berkualitas,” ujar Gutama. (Rosmini/Ade/Humpeg)

Semua Berita